Jurusan yang paling baik dan mudah mencari pekerjaan

Ekonomi moneter

  EKONOMI MONETER SUKU BUNGAN DAN NILAI WAKTU UANG Dosen Pengampu : Dandi Bachtiar, SE., MM. Nama : Setiawan NIM : 196100007 Prodi : ...

Kamis, 10 Desember 2020

Ekonomi moneter

 

EKONOMI MONETER SUKU BUNGAN DAN NILAI WAKTU UANG Dosen Pengampu : Dandi Bachtiar, SE., MM. Nama : Setiawan NIM : 196100007 Prodi : S1 Manajemen Semester : 3A -{ POINT PENTING }- Suku bunga adalah harga yang dibayar untuk dana atau modal, yang dipengaruhi oleh faktor kebutuhan dana, persaingan, kebijakan pemerintah, target laba, jangka waktu, dsb. Menurut teori Lonable Funds kurva penawaran memiliki kemeringan positif sedangkan kurva permintaan memiliki kemiringan negatif. Kemudian perpotongan antara demand dan supply menggambarkan keseimbangan tingkat suku bunga. Penawaran dipengaruhi oleh rumah tangga, sektor usaha, pemerintah, dan investor asing. Hal tersebut juga mempengaruhi prmintaan, misalnya jika konsumsi rumah tangga meningkat maka permintaan akan meningkat, dan sebagainya. Pemerintah memiliki peran dalam suku bunga, seperti memengaruhi dana melalui Bank Sentral dan memengaruhi permintaan dana melalui kenaikan anggaran. Suku bunga terbagi menjadi suku bunga bebas risiko dan suku bunga nominal. Suku bunga bebas resiko adalah kRF = k* + IP sedangkan suku bunga nominal adalah k = k* + IP + DRP + LP + MRP Dimana kRF : Suku bunga bebas risiko DRP : Risiko kegagalan K* : Suku bunga riil bebas LP : Likuiditas IP : Premi inflasi MRP : Risiko jatuh tempo k : Suku bunga nominal Kurva hasil adalah grafik dari hubungan antara hasil atas sekuritas dan jatuh tempo sekuritas yang disebut sebagai struktur jangka waktu suku bunga. Bentuk dari kurva hasil secara umum memiliki kemiringan ke atas namun dapat berubah tergantung faktor inflasi dan tingkat relatif sekuritas. Beberapa teori yang menjelaskan kurva hasil diantaranya expectations theory dan liquidity preference theory. Tingkat suku bungan sangat berpengaruh terhadap harga saham, semakin tinggi suku bunga akan menekan harga saham. Inflasi adalah kenaikan harga-harga barang dan jasa secara umum yang menyebabkan daya beli masyarakat menurun dan nilai uang turun. Inflasi terjadi karena petumbuhan uang melebihi pertumbuhan produksi barang jasa. Salah satu cara untuk mengendalikannya ialah dengan mempengaruhi pertumbuhan uang. Hubungan antara suku bungan dengan inflasi dijelaskan oleh Irving Fisher (1896) yaitu suku bunga nominal = suku bunga riil ditambah tingkat inflasi yang diperkirakan. Suku bunga acuan adalah tingkat bunga nominal yang menjadi referensi bagi industri perbankan dalam menetapkan suku bunga pinjaman dan simpanan. Ditetapkan oleh Bank Indonesia. Konsep suku bunga dapat digolongkan sebagai simple interest rate dan compound interest rate. Nilai waktu uang ialah perbedaan antara nilai uang saat ini dengan nilai uang yang akan datang, dipengaruhi oleh waktu penerimaan atau pembayaran aliran uang, tingkat inflasi, dan tingkat suku bunga. Nilai waktu uang memiliki manfaat seperti menghitung harga saham, menilai investasi di aktiva tetap, menghitung cicilan hutang, dan menghitung premi asuransi. Macam nilai waktu uang ada dua yaitu future value dan present value. Future value = PV x (1 + r) . Sedangkan Present value = FV / (1 + r) n. Dimana r = suku bunga n = periode investasi Pemajemukan adalah proses penentuan nilai masa depan dari arus kas atau serangkaian arus kas. Pendiskontoan adalah proses pencarian nilai sekarang dari arus kas masa depan atau serangkaian arus kas. Anuitas adalah serangkaian pembayaran periodik yang sama untuk sejumlah waktu tertentu. Anuitas dibagi menjadi anuitas biasa yaitu anuitas yang pembayarannya terjadi pada akhir setiap periode, dan anuitas jatuh tempo yaitu anuitas yang pembayarannya terjadi pada awal periode. Amortsasi pinjaman adalah salah satu pinjaman yang diselesaikan dengan pembayaran yang sama selama periode tertentu. Wallahualam Bisowab…….. -{ PERTANYAAN }- Dalam materi disebutkan salah satu faktor yang mempengaruhi suku bunga yaitu jaminan pihak ketiga, mohon penjelasan contoh kasusnya pak terkait hal tersebut ! Salah satu cara untuk mengendalikan inflasi adalah dengan mempengaruhi pertumbuhan uang. Nah maksud dari mempengaruhi itu seperti apa pak? Apakah dengan mengurangi peredaran uang? Atau seperti apa? Menurut Irving Fishing (1896) hubungan inflasi dengan suku bunga adalah suku bunga nominal ditambah tingkat inflasi yang diperkirakan. Pertanyaannya memperkirakan tingkat inflasi itu seperti apa dan bagaimana prosesnya pak? Apakah ada metode tertentu? Jika arus kas tidak sama maka kita tidak dapat menggunakan rumus anuitas, nah mengapa hal tersebut bisa terjadi pak? Apakah setiap tahun peruri mencetak uang? Lalu apakah ada transparancy ke publik terkait jumlah uang yang dicetak? Terakhir mengapa PERURI dirahasiakan selain alasan keamanan? Apakah permasalahan korupsi kolusi nepotisme bisa dijamin tidak akan terjadi? (Pertanyaan umum yang masih berhubungan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar